Keutamaan Haji Dan Umroh

Keutamaan Haji & Umrah II

Keutamaan perjalanan haji, keutamaan orang yg mati dalam perjalanan buat melakukan ibadah haji, & keutamaan orang yg mati dalam kondisi berihram (di tengah pembuatan ibadah haji dan/atau umrah) Semuanya termaktub dalam hadits-hadits di bawah ini :

Keutamaan Haji & Umrah II

a. Dari 'Abdullah bin 'Umar Radhiallaahu anhu dirinya berbicara, saya mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda :

مَاتَرْفَعُ إِبِلُ الْحَجِّ رِجْلاً ، وَلاَ يَدًا إِلاَّ كَتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً أَوْ رَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً

"Tidaklah unta (yg dikendarai) satu orang yg melakukan haji mengangkat kaki(nya) & tak juga meletakkan tangan(nya) melainkan Allah mencatat bagi orang itu satu kebaikan atau menghapus darinya satu kejelekan atau meng-angkatnya datu derajat." 

Baca juga: Paket Umroh Maret 2016
           Paket Umroh April 2016

b. Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, beliau berbicara, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda :

مَنْ خَرَجَ حَاجًّا فَمَاتَ كُتِبَ لَهُ أَجْرُ الْحاَجِّ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ خَرَجَ مُعْتَمِرًا فَمَاتَ كُتِبَ لَهُ أَجْرُ الْمُعْتَمِرِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ خَرَجَ غَازِيًا فَمَاتَ كُتِبَ لَهُ أَجْرُ الْغَازِى إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

"Barangsiapa ke luar dalam melaksana-kan haji dulu dia mati, niscaya dicatat baginya pahala satu orang haji sampai hri Kiamat. Barangsiapa ke luar dalam laksanakan umrah dulu beliau mati, niscaya dicatat baginya pahala seseorang yg melakukan umrah hingga hri Kiamat, & barangsiapa ke luar dalam berperang di jalan Allah dulu dia mati, niscaya dicatat baginya pahala seseorang yg berperang di jalan Allah hingga hri Kiamat." 

c. Dari 'Abdullah Ibnu 'Abbas Radhiallaahu anhu, dirinya bicara :

بَيْنَمَا رَجُلٌ وَاقِفٌ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ; بِعَرَفَةَ إِذْ وَقَعَ عَنْ رَاحِلَتِهِ فَأَقْعَصَتْهُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ;( اغْسِلُوْهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَكَفِّنُوْهُ بِثَوْبَيْهِ وَلاَ تُخَمِّرُوْا رَأْسَهُ وَلاَ تُحَنِّطُوْهُ فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَلَبِّيًا)

"Tatkala satu orang sedang wukuf dgn Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dipadang 'Arafah, tiba-tiba dirinya dijatuhkan oleh binatang (unta) yg dikendarainya & mematahkan lehernya, sehingga Rasu-lullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda : 'Mandikanlah ia bersama air & daun bidara, kafanilah dirinya dgn dua helai (kain) ihramnya & janganlah kalian menutup kepalanya juga janganlah serta kalian beri wangi-wangian padanya, sebab sesungguh-nya beliau dapat dibangkitkan dihari Kiamat dalam kondisi mengucapkan talbiyah.'"

Itulah sebanyak keutamaan ibadah haji & umrah yg kami rangkum dari sekian banyak hadits yg shahih & hasan. Jikalau kita sudah mengetahuinya, sehingga sepatutnya bagi orang yg sanggup utk giat & bersungguh-sungguh dalam jalankan ibadah haji, pula memakai peluang dgn sebaik-baiknya, manakala beliau memilikinya.

Syaikh 'Abdullah bin Ibrahim Al-Qar'awi berbicara : "Disunnahkan melakukan haji tiap-tiap thn bagi orang yg sanggup sewaktu tak membahayakan ia & beberapa orang yg jadi tanggung jawabnya" , berdasar-kan hadits 'Abdullah bin Mas'ud Radhiallaahu anhu , Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda :

تَابِعُوْا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوْبِ كَمَا يَنْفِى الْكِيْرُ حَبَثَ الْحَدِيْدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُوْرَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ وَمَا مِنْ مُؤْمِنٍ يَظَلُّ يَوْمَهُ مُحْرِمًا إِلاَّ غَابَتِ الشَّمْسُ بِذُنُوْبِهِ

"Ikutilah antara ibadah haji & umrah, dikarenakan keduanya bakal menghilangkan kefakiran & beragam dosa layaknya media pandai besi menghilangkan kotoran yg ada terhadap besi, emas & perak. & tak ada balasan pahala bagi haji yg mabrur kecuali Surga, tidaklah satu orang mukmin dalam kesehariannya berada dalam keada-an ihram, melainkan matahari terbenam bersama mengambil dosa-dosanya."

Sunnah tersebut makin ditekankan lagi jikalau sudah melintasi empat atau lima th dari haji yg dilakukan pada awal mulanya, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam :

إِنَّ اللهَ يَقُوْلُ : إِنَّ عَبْدًا صَحَّحْتُ لَهُ جِسْمَهُ وَ وَسَّعْتُ عَلَيْهِ فِيْ الْمَعِيْشَهِ يَمْضِى عَلِيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُوْمٌ

"Sesungguhnya Allah berfirman : 'Sesung-guhnya seseorang hamba yg sudah Kusehat-kan jasadnya & Kulapangkan penghi-dupannya, sudah berlalu lima th atasnya, ia tak datang Kepada-Ku, memang lah ia seseorang yg diharamkan (dihalangi dari Kebaikan-Pent). (HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya, Abu Ya'la & Al-Bai-haqi).

Sedangkan Imam Ath-Thabrani meriwayatkan dalam Al-Ausath dgn redaksi :

إنَّ اللهَ يَقُوْلُ : إِنَّ عَبْدًا صَحَّحْتُ لَهُ بَدَنَهُ وَ أَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الرِّزْقِ لَمْ يَفِدْ إِلَيَّ فِيْ أَرْبَعَةِ أَعْوَامٍ لَمَحْرُوْمٌ

"Bahwasanya Allah berfirman : 'Sesungguh-nya seseorang hamba yg sudah Ku-sehatkan tubuhnya, Ku-lapangkan rizkinya, (tapi) ia tak datang Kepada-Ku terhadap tiap-tiap empat thn, memang beliau satu orang yg diharamkan (dihalangi dari kebaikan,-Pent)(Al-Haitsami bicara dalam Majma'uz Zawaa-id perawi hadits ini semuanya perawi kitab Ash-Shahih.)
(alquran-sunnah.com)

Anda sudah membaca Keutamaan Umroh dan Haji , semoga bermanfaat...
0 Komentar untuk "Keutamaan Haji & Umrah II"

Back To Top